Archive for Februari 2011

Powerpoint 2007; Mengatur Gambar dengan PowerPoint Photo Album

12/23/09
div
Anda telah menemukan kumpulan besar gambar untuk digunakan dalam acara PowerPoint dan berencana untuk memasukkan mereka satu per satu , menjadi satu show baru. Satu-satunya masalah adalah bahwa sebagian dari gambar ini sangat besar dari tepi slide.

Solusi lama untuk masalah ini: Pertama Anda memasukkan gambar, kemudian tarik gambar di atas sehingga Anda dapat menemukan sudut dan mulai tarik gambar kecil. Setiap kali Anda memindahkan gambar ke dalam slide dan terus menyeret gambar yang lebih kecil dan lebih kecil. Oops, Anda mendapatkannya terlalu kecil, jadi sekarang Anda perlu mendapatkan ide.

Solusi baru untuk masalah ini: Tempatkan semua gambar ke dalam album foto (dalam PowerPoint). Masukkan seluruh album dan PowerPoint secara otomatis mengubah ukuran dan memasukkan semua gambar sekaligus.

Catatan: Prosedur yang dijelaskan di bawah ini mencakup saran untuk mengumpulkan gambar dari sumber yang memiliki gambar besar. Jika Anda sudah memiliki beberapa gambar besar Anda dapat mengabaikan langkah 2 sampai 6.
  1. Buat folder baru di desktop Anda bernama 4show
  2. Untuk mengumpulkan gambar besar untuk kegiatan ini pergi ke The Astronomy picture of the Day dan menyimpan beberapa gambar. http://antwrp.gsfc.nasa.gov/apod/astropix.html
  3. Sumber gambar lainnya dapat ditemukan pada halaman grafis Internet4Classrooms
  4. Segera setelah halaman ditampilkan, klik pada gambar untuk mendapatkan gambar yang lebih besar. Setelah gambar didownload sepenuhnya klik kanan pada gambar dan pilih pilihan untuk menyimpan gambar. Menyimpan gambar ke folder yang baru Anda buat.
  5. Gunakan tombol Back untuk kembali ke gambar yang lebih kecil dan arahkan ke bagian bawah halaman.
  6. Klik di sebelah kiri tanda sisipan menunjuk ke gambar sebelumnya.
  7. Lanjutkan proses ini sampai Anda telah mengumpulkan empat atau lima gambar.
  8. Buka PowerPoint.
  9. Dari menu Insert lalu pilih Picture dan pilih New Photo Album.

  10. Ketika kotak dialog Photo Album terbuka, pilih Sisipkan gambar dari File / Disk.

  11. Dengan menggunakan Lihat di: kotak di bagian atas, arahkan ke mencari dan memilih folder 4show Anda.
  12. Klik satu kali pada setiap gambar dalam folder.
  13. Tahan tombol Ctrl dan tekan satu kali pada tombol huruf A, untuk memilih semua gambar dalam folder tersebut, dan kemudian klik pada tombol Insert.
  14. Layout gambar default adalah cocok untuk slide yaitu tata letak yang kita inginkan. Klik pada tombol Buat.
    Voila  PowerPoint magic!

FLV adalah format video yang mempunyai kompresi dan kualitas tinggi namun filenya cenderung kecil, format video ini biasa dipakai pada web misalnya You tube, Google Video, Router.com dll.

Berikut adalah bagaimana menyisipkan video FLV ke dalam tampilan presentasi Power Point 2007
1. Download video VLC Player. Bisa cari dengan search engine. Atau download disini
2. Cari Tolbox out control pada Power Point 2007, Klik Office button ->PowerPoint Options -> Popular -> centang "Show Developer tab in the Ribbon

3. Klik "Developer”, klik icon "More Controls" gambar palu dan kunci pada kolom control
Kemudian pilih "VideoLAN VLC ActiveX Plugin v1/v2" pada kotak dialog popup.

4. Klik dimana anda akan meletakkan tampilan video tersebut, atur juga lebarnya
5. Klik kanan pada area yang telah anda pilih tadi kemudian pilih “Properties” arahkan ke posisi dimana anda menyimpan file video anda misalnya D:\Temp\2008\temp.flv, lalu close, video anda siap dimainkan.

Sebelumnya anda harus memastikan bahwa video dapat dimainkan, atau ad program yang support dengan video anda misalnya SWF, atau format lainnya karena banyak format untuk video

Pembuatan presentasi dengan menggunakan Power Point 2007 lebih mudah daripada versi sebelumnya karena fitur-fitur yang disediakan dalam bentuk icon-icon yang tinggal klik.
Namun demikian akan sedikit membuat bingung jika kita sudah terbiasa dengan versi sebelumnya. tapi jangan kuatir, hanya dengan sedikit waktu untuk mempelajarinya kita akan terbiasa, dan tentu saja akan lebih mudah.
Berikut adalah beberapa fitur dasar yang bisa kita eksplor bersama.


Ribbon

Menu ini dirancang mudah dalam menemukan fitur dan perintah dengan kategori yang tidak menyulitkan serta kumpulan grup yang saling berkaitan satu sama lain. Hemat waktu dan cukup memudahkan dalam membuat presentasi. Satu lagi fasilitas terbaru adalah dapat langsung melihat perubahan huruf/obyek atas fitur yang ingin digunakan, sebelum anda menggunakannya.
Fitur ini disebut Ribbon, yaitu menu baru yang menggantikan menu lama. Sangat memudahkan karena menu baru ini mengelompokkan perintah kedalam grup-grup yang saling berkaitan.

1. Tab yang didisain berdasarkan tahap penyusunan sebuah presentasi.
2. Grup dalam tiap tab menu berisi tombol perintah yang umum digunakan.
3. Tombol perintah dalam tiap group berisi rincian/pilihan perintah lainnya yang berkaitan






Tampilkan Developer tab dengan cara berikut:
o        Pada Normal View PowerPoint, pilih slide yang ingin disisipkan animasi.
o        Klik Microsoft Office Button .
o        Klik PowerPoint Options dan pilih Popular.
o        Di bagian Top options for working with PowerPoint, centang kotak Show Developer tab in the Ribbon, dan klik OK.
  1. Pada Developer tab, grup Controls, klik More Controls
  2. Pada daftar yang muncul, pilih Shockwave Flash Object, dan klik OK.
  3. Pada slide, gunakan mouse untuk membuat kotak persegi panjang. Setelah mouse dilepaskan akan muncul tampilan Shockwave Flash Object seperti berikut ini.
  1. Klik kanan pada Shockwave Flash Object, dan pilih Properties.
  2. Pada Alphabetic tab, klik properti Movie.
  3. Pada sel kosong di samping Movie, tulis alamat file Flash (contoh, C\:FileAnimasi.swf) atau alamat web (URL) file SWF yang ditaruh di internet jika ingin menjalankan presentasi secara online.
    Contoh pengisian properti seperti gambar berikut ini.
  1. Beberapa pengaturan khusus yang dapat dilakukan pada kotak dialog Properties:
    • Untuk menjalankan file animasi secara otomatis ketika slide dijalankan, atur properti Playing menjadi True. Jika file animasi memiliki kontrol Start/Rewind, atur properti Playing menjadi False.
    • Atur properti Loop menjadi False, jika tidak ingin animasi dijalankan terus berulang-ulang.
    • Agar slide animasi Flash ini dapat dijalankan pada komputer lain, atur properti EmbedMovie menjadi True, dengan catatan komputer tersebut juga harus memiliki Flash Player.
Untuk melihat animasi pada slide show tekan tombol SHIFT + F5. Untuk keluar dari slide show dan kembali ke Normal view, tekan tombol ESC.
Selanjutnya bila ingin ingin menaruh animasi pada slide yang lain, ulangi proses di atas (mulai dari langkah 2).

Catatan:
Seandainya file animasi (SWF) tidak dapat dijalankan, kemungkinan pengaturan di Trust Center untuk Active X Control belum sesuai. Buat pengaturannya di Trust Center yang terletak di PowerPoint Options .

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa presentasi dengan mempergunakan Powerpoint telah menjadi standar dan banyak di pakai dimana-mana. Entah itu di instansi pemerintahan, universitas ataupun di sekolah-sekolah.
Nah, berikut ini adalah beberapa tips membuat presentasi Powerpoint yang baik dan benar sehingga presentasi anda nantinya bakal disukai dan diberi applaus oleh audience. Seperti kita ketahui bahwa dengan sebuah presentasi yang baik, maka proyek proposal, usulan atau pendapat Anda, mempunyai kesempatan besar untuk disetujui.
1.  Mudah dibaca
Presentasi yang baik adalah yang mudah dibaca, jadi pergunakan huruf standar misal Arial atau Times New Roman. Selain itu pergunakan huruf yang cukup besar, jangan sampai Audience kesulitan membaca karena huruf yang anda pergunakan terlalu kecil.

2. Judul yang jelas pada setiap Slide
Pergunakanlah huruf tebal, jelas dan mudah dibaca pada setiap judul slide anda.

3.  Background yang sederhana
Perhatikan background yang anda pergunakan pada setiap slide yang anda buat. Jangan sampai kalimat yang ada tulis jadi tidak bisa terbaca dengan jelas, karena anda memakai background yang terlalu kontras.
4. Grapik dan Diagram

Mempergunakan gambar seperti grafik dan diagram akan membantu anda untuk lebih menjelaskan tentang topik yang sedang anda presentasikan. Selain itu dengan mempergunakan grafik atau diagram, akan sedikit menyegarkan suasana dan mengundang perhatian para audience
5.  Tetap fokus

Tulislah hal-hal pokok atau penting saja yang ada hubungan dengan topik yang sedang anda presentasikan. Jangan menggunakan terlalu banyak kata atau kalimat dalam satu slide presentasi. Cukup anda tulis judul atau garis besarnya saja.
6. Nyambung
Penting diperhatikan, setiap slide yang anda buat satu sama lain saling berhubungan.

7. Jangan terlalu banyak slide
Jangan membuat slide presentasi yang terlalu banyak untuk satu topik yang anda bahas. Buatlah Slide seefisien mungkin. Kalau topik yang anda bahas memang panjang, penjelasan secara lisan tentu lebih baik. 

8. Berbicara yang jelas
Saat presentasi sedang berlangsung berbicara dengan jelas. Sehingga audience bisa memahami presentasi yang anda sampaikan.  Kebanyakan audience beranggapan bahwa sebuah presentasi Powerpoint selalu kering dan membosankankan, dengan kreativitas anda dan pembicaraan yang baik, anda bisa mengubah pandangan tersebut.

9. Beri kesempatan untuk bertanya
Kalau bisa, luangkan waktu untuk memberikan kesempatan kepada audience untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak dimengerti dari presentasi yang anda sampaikan. 

10. Future Follow Up
Hal penting lainnya, adalah beri kesempatan kepada audience untuk bertanya di lain waktu mengenai topik presentasi  yang anda sampaikan. Jadi jangan segan-segan untuk mencantumkan e-mail, no. telepon atau website anda di akhir presentasi anda. Sehingga mereka bisa bertanya kapanpun juga.  Ini semua bisa menjadi nilai plus bagi anda.

Slide pertama

1. Buat tulisan atau gambar sebanyak menu yang kita buat (bila dalam bentuk
tulisan sebaiknya gunakan Word Art atau Text Box yang terpisah
satu dengan yang lainnya). Biar tampak rapi upayakan teks box atau gambarnya
dibuat dengan ukuran yang sama.

2. Tempatkan gambar atau teks box berjajar dari kiri ke kanan tanpa jarak.

3. Pilih semua gambar yang akan dijadikan menu (drag semua) kemudian kita
group, sekarang kita sesuaikan gambar hasil group dengan panjang stage pada
slide, panjang gambar hasil group harus sama dengan panjang stage pada power
point, untuk itu kita bisa tarik keluar atau dorong kedalam agar sama dengan
panjang stage.

4. Menu yang kita buat pada langkah no 3 kita copy, sehingga sekarang kita
memiliki 2 gambar menu yang sama.

5. Pada gambar menu yang pertama kita beri animasi fly In, Direction from
right
dangan speed 15 second biar tidak terlalu cepat, dengan pengulangan
terus menerus

6. Caranya klik gambar pertama masuk menu slide show pilih ‘menu
custom animation’
, klik ‘add effect’ pilih ‘entance’ dan cari
animasi ‘Fly In’, pilih ‘start with previous’, dengan ‘direction
from right
’, dengan ‘speed’ ketik angka 15 biar nggak terlalu cepat,
kemudian pada ‘repeat’ pilih ‘until end of slide’

7. Pada gambar menu yang kedua kita beri animasi ‘fly out’,
‘Direction to left’
dangan ‘speed’ 15 second biar sama dengan
kecepatan gambar pertama, dengan pengulanagn terus menerus

8. Caranya klik gambar pertama masuk menu ‘slide show’ pilih ‘menu
custom animation’
, klik ‘add effect’ pilih ‘exit’ dan cari
animasi ‘Fly Out’, pilih ‘start with previous’, dengan
‘direction to left’
, dengan ‘speed’ ketik angka 15 biar sama dengan
kecepatan gambar pertama, kemudian pada ‘repeat’ pilih ‘until end of slide’.

9. Sekarang tumpuk gambar pertama dan kedua kemudian jalankan dengan slide
show, gambar menu akan berjalan dari kiri kekanan secara terus menerus. Layaknya
teks berjalan seperti di televisi hehehe.


Pada Slide Kedua:

1. Buat slide kedua dengan jalan ‘insert new slide’

2. ‘Copy ‘ 1 gambar menu yang ada di slide pertama, kemudian
hilangkan semua animasinya, dengan jalan klik gambar yang dihilangkan animasinya
kemudian pilih ‘slide show’ pilih ‘custom animasi ‘pada task pane
(menu yang dikanan) pilih ‘remove’.

3. Sekarang kita lepas group menu pada slide ke dua, dengan jalan klik kanan
gambar menu kemudian pilih ‘grouping’ dan pilih ‘ungroup’.

4. Masing-masing menu sudah bisa di beri navigasi dengan jalan slide show
kemudian pilih ‘action setting’ pilih menu ‘hyperlink to’ pilih
nomer slide yang mau dihubungkan, lakukan pada menu-menu yang lain.

5. Sekarang di coba di slide show, menu diam dan bila kita dekati dengan
mouse berubah menjadi tangan. Kemudian kita juga harus tambahkan halaman yang
menjadi tujuan pada menu navigasi slide kedua ini.

Menghubungkan slide pertama dan kedua.

1. Pada slide pertama, diatas dan dibawah menu kita pasang jebakan untuk
memaksa mouse pindah ke slide kedua jika mendekati menu.

2. Jebakan bisa berupa kotak memanjang yang kita buat transparan sampai
sekitar 96%, atau gambar hisan lain.

3. Cara membuat jebakan dengan jalan kotak memanjang atau kita klik hiasan
kemudian pilih ‘slide show’ pilih ‘action setting’, pilih
‘Mouse Over’
kemudian pada hiperlink to pilih ke slide ke dua.

4. Pada slide kedua juga kita beri jebakan yang sama hanya mose overnya kita
arahkan ke slide satu.

Selesai.